Laman

Cari Blog Ini

Rabu, 08 September 2010

Post Partum Blues- Post Partum Depression


              Banyak ibu-ibu yang habis melahirkan dikatakan akan mengalami perasaan depresi.Sesudah beberapa hari atau beberapa minggu dirumah, sebagian ibu mulai merasa kompeten, kewalahan dan ditimpa rasa lelah yang luar biasa.Hampir setiap malam bayi terbangun, menangis kuat dan sulit ditenangkan.Ibu pun merasa tidak lagi bisa tidur tenang.Energi rasanya terkuras hanya untuk mengurus bayi.Belum lagi ibu juga dituntut mengurus suami dan anak lainnya, termasuk mengurus pekerjaan rumah sehari-hari.Celakanya lagi si ibu sudah harus bekerja lagi dikantor.
Ketegangan pun menumpuk, ibu jadi kehilangan nafsu makan dan gairah terhadap banyak hal, termasuk dari pergaulan sosial.Muncul  perasaan "ah aku ini tidak becus ".Semua perasaan ini menumpuk jadi satu dan menekan jadi satu.Inilah kondisi yang dikenal sebagai  post partum blues
               Namun selang beberapa minggu atau beberapa bulan masa ini akan berlalu dan disebut sebagai masa post prtum depression.Bila masa ini dirasakan berat sebaiknya bicarakan dengan dokter dan suami.Jangan menunggu sampai keadaan menjadi parah.
               Untuk mengatasinya ibu harus mampu mengatur waktu terutama untuk istirahat (minta suami dan anggota keluarga lainnya untuk membantu).Berolahragalah secara teratur,konsumsi makanan yang sehat.Tingkatkan rasa percaya diri,yakinkan diri bahwa anda adalah ibu yang baik dan cakap.Bergabunglah dengan ibu-ibu lain sehingga bisa berbagi pengalaman dan bisa banyak belajar.Bila perlu, konsultasi dengan psikolog dan psikiater.
               Selain itu, ada beberapa hal yang bisa dikerjakan :
*meluangkan waktu untuk diri sendiri, jalan-jalan dikomplek perumahan, pergi kepasar swalayan,coba untuk tidur terutama saat bayi sedang tidur
*susun jadwal kegiatan berdasarkan prioritas
*jangan berusaha untuk menjadi superwoman
*menyadari bahwa setiap bayi adalah individu unik yang tidak dapat disamaratakan, bayi rewel mungkin saja karena temperamennya dan tidak ada kaitannya dengan ibu
*menyadari bahwa ada ibu lain yang juga mengalami hal yang sama
*tak perlu malu untuk minta pertolongan pada keluarga,tenaga medis atau teman
              Pada saatnya keadaan akan membaik sehingga ibu dan bayi akan selangkah dan seirama.Satu sama lain memberikan respon dalam harmoni.
(Dikutip dari buku "Bayiku Anakku " oleh dr.Purnawati S.Pujiarto,SpAK,MMPed)
Note : beliau adalah dokter favorit gue
Fhoto : mallofjakarta.com






Tidak ada komentar:

Posting Komentar